HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA MAHASISWI KEBIDANAN DI AKADEMI KEBIDANAN AIFA HUSADA PAMEKASAN TAHUN 2018

Nur Jayanti

Abstract


Pendahuluan : Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar Hb (Hemoglobin) seseorang dibawah batas normal. Remaja putri merupakan kelompok yang beresiko menderita anemia. Prevalensi kejadian anemia di Indonesia pada tahun 2013 yakni pada usia 5 – 14 tahun sebesar 26,4% sedangkan usia ≥ 15 tahun sebesar 35,3% (Riskesdas, 2013).
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada mahasiswi kebidanan di AKBID Aifa Husada Pamekasan Tahun 2018.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan diambil berdasarkan teknik purposive sampling, yaitu sebanyak 150 mahasiswi (semester 2, 4 dan 6). Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur berat badan, alat pengukur Hb, alat ukur tinggi badan serta kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji spearman rank.
Hasil: Sebagian besar mahasiswi yang memiliki status gizi Underweighy mengalami anemia ringan, yaitu sebanyak 29 orang (19,3%), mahasiswi yang memiliki status gizi normal tidak mengalami anemia sebanyak 86 orang (57,3%), sedangkan 25 orang (16,7%) yang memiliki status gizi overweigt tidak mengalami anemia.
Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian anemia pada mahsiswi kebidanan di AKBID Aifa Husada.
Kata Kunci : Anemia, Remaja, Status Gizi

Full Text:

35 - 40

Refbacks

  • There are currently no refbacks.